Tuesday, July 26, 2011

~Nota Hati Ramadhan~


Ramadhan bulan keberkatan

Padanya ada maghfirah yang Maha Luas

Bagi orang-orang beriman

Ramadhan adalah bulan merawat luka

Juga bulan memperbaiki diri

Menjadi lebih baik dari sebelumnya

Sebagai kekuatan mengahadapi 11 bulan

Yang akan datang..

~rindu Ramadhan~

Allahummabariklana fi sya’ban wa ballighna ramadhan =)


Nota Hati 27 Julai 2011

..::5 hari lagi::..


Sunday, June 12, 2011

Mulakan Sekali Lagi..


Bismillahirrahmanirrahim

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

saya mulakan lagi coretan di blog ini setelah berbulan ditinggalkan sepi..terasa seperti telah jauh…

jauh…………..

lagi jauh…………………….

dan jauh lagi…………………………



kita yang makin jauh dariNya,,

sedarkah duhai diri?

Kau begitu ego

Terlalu banyak berkira-kira

Terlalu banyak beralasan

Terlalu banyak bertangguh-tangguh



cuti yang begitu menguji tarbiyyah Kendiri saya

saya mahu

mulakannya sekali lagi…



سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

وَالْعَصْرِ

(1) Demi masa.

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

(2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَات
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ
وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

(3) Kecuali orang-orang yang beriman & mengerjakan amal soleh,
dan mereka saling menasihati supaya mentaati kebenaran
serta saling menasihati supaya menetapi kesabaran.



Sentap hati saat ini

Meski ayat ini sering diulang-ulang

Kini baru sedar..

Kerana diri yang mudah alpa dan leka

Dengan nikmat dunia yang semu semata..



Mengapa duhai hati

Sedarlah hati

Kau milik Rabbul Izzati

Menagapa terlalu susah meletakkan Dia teratas sekali

Di bibir mungkin mudah berkata-kata

‘Allah di hatiku’

‘I loves Allah’

Tapi sejauh manakah cintamu?

Sejauh mana cinta mampu menggapai syurga

Jika cinta hanya mainan kata



Yukk,,kita hijrahkan cinta

Dari kata benda menjadi kata kerja

Maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraph sejarah

Jika kita menghijrahkan cinta

Dari jatuh cinta menuju bangun cinta

Maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai syurga..

begitu kata Salim A. Fillah dalam Jalan Cinta Para Pejuang



Ayuh..akhawat fillah sekalian

Andai sudah terlanjur ditepi

Ayuh mulakannya sekali lagi

Kita mulakan dengan niat yang baru

Bukan kita tiada kesempatan lagi

Kerana tidak sempat hanya akan berlaku

Bila denyut nadi berhenti nanti..



Teruskanlah langkah

Biar sudah rebah berulang kali

Biar sudah terlalu banyak janji telah dimungkiri

Biar sudah terlalu banyak dosa menimbun tinggi

Asal kau sedar kini

Dia tidak pernah meninggalkanmu sendiri



Ingatlah..

orang bertaqwa itu bukan maksum

bukan tidak pernah berdosa

tapi mereka adalah

yang bila merasakan dosa

lantas terus memohon taubat

dan berazam tidak mengulangnya lagi

(3:133-135)



133 : Dan berlumba-lumbalah (bersegeralah) kamu kepada keampunan Rab (Tuhan) kamu dan jannah (taman/syurga) yang seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang yang bertakwa.
134: (Iaitu) orang yang menafkahkan hartanya ketika senang dan susah, orang yang menahan marah dan memaafkan manusia. Dan Allah mengasihi orang ‘muhsinin’ (yang melakukan kebaikan).
135: Dan orang yang apabila mereka (tergelincir) melakukan kejahatan atau menganiaya diri sendiri, mereka (akan) ingat kepada Allah, lalu memohon keampunan terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang dapat mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah? Dan mereka tidak berterusan dengan apa yang mereka lakukan itu, sedang mereka mengetahui."



cukup sudah kiranya peringatan-peringatan dari Dia

yang cukup menyedarkan kita

yukk kita mulakan

mulakan sekali lagi..

langkah baru yang lebih bererti~

Monday, May 9, 2011

Nilai Kehidupan

Adikku,
Di saat kita hanya berfikir untuk hidup bagi diri sendiri
Terasalah oleh kita bahawa kehidupan ini begitu sempit dan pendek
Hanya bermula dengan kelahiran kita, dan berakhir dengan kematian
Berangkat dari pertama kali kita digelarkan di atas bumi, dan kemudian kembali ke bumi lagi.

.

Tetapi adikku,
Jika hidup kita untuk aqidah dan untuk orang lain
Maka terasalah hidup ini begitu luas dan panjang
Ia lahir bersama kemanusiaan, dan tidak akan mati
Walau setelah ruh terlepas dari jasad ini, walau berpisah dengan bumi.


Kita akan merasa bahagia dan puas!
Hakikat umur kita berlipat ganda jauh melebihi jumlah angkanya
Walaupun pada hitungan tahun, usia kita kecil sahaja
Itulah kebahagiaan hakiki
Bukan kebahagiaan fantasi.


Dalam kehidupan seperti itu
Tergambarlah keuntungan yang kita peroleh sejak awal kelahiran kita
Dari hari ke hari
Dari masa ke masa
Dan seluruh umur kita
Keuntungan itu terasa dalam perasaan kita, pada setiap langkah kita.


Terasa betul bahawa hidup ini
Bukan sekadar berapa lama nafas ini keluar masuk dari tubuh kita
Bukan sekadar berapa banyak jumlah angka umur kita
Tapi hidup ini diukur dan dinilai dari kepuasan rohani yang dapat kita rasakan!


Inilah kenyataan yang dinamakan Realiti.
Bukan seperti imaginasinya kaum yang materialistik itu
Dan inilah hakikat hidup di atas segala hakikat yang mereka perkatakan.


(petikan surat As-Syahid Syed Qutb dari dalam penjara, kepada adiknya, Hamidah Qutb)



memberilah selagi kita mampu

kerana bukan redha manusia yang dicari

tapi pada Illahi Rabbi..

merasai kemanisan memberi

sebenarnya lebih indah dari menerima~

.

Bertanya Tentang Cinta

alam juga memberi demi cinta..


Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab: “CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”


Air menjawab: “CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan


Api menjawab: “CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”


Angin menjawab: “CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”


Langit menjawab: “CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu


Matahari menjawab: “CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”


Pohon menjawab: “CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”


Gunung menjawab: “CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”


Lalu, Aku bertanya pada CINTA: “Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab: “CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”

“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”

Aku lantas bertanya pada CINTA: “Bisakah aku merasakannya?”

Sambil berlaru CINTA menjawab: “Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”

Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”


Wahai pemilik hati-hati, andai aku belum cukup memberi, ujilah hamba dengan mehnah dan tribulasi sampai satu masa hamba tidak daya lagi dan saat itu hamba akan merasa puas di hati kerana ianya telah penuh dengan cinta Illahi..


Korbankan perasaan pada jalan Illahi,biar satu dunia mengeji,mencaci,tapi demi jalan ini, teruskan langkah sampai tiada daya lagi,biar semua tahu yang kau sebenarnya mampu,asal ada Dia di sisimu~

-saat ini saya sangat down,,mujur ada akhawat di sisi yang memberi perkongsian buat menaikkan kembali iman dalam diri dan cuba memeriksa kembali persekitaran hati agar tidak tercemar dengan kekotoran nafsu yang menipu..-


atas katil

mengenang nasib diri

9 Mei 2011

Thursday, April 14, 2011

Keberkatan masa

~ingatlah padaNya,nescaya Dia juga akan mengingatimu~


Ukhti;ya ukhtifillah,lame dah ana xnampak entry bru..ble nak update?
saya;bukan xnak update,.sibuk sikitla..
Ukhti;enti,jgan cari alasan..semua org sibuk,tapi alangkah ruginya mereka yang sibuk dengan dunia tanpa menghiraukan akhirat..enti pilih yang mana ya??(nada berguarau)
saya;astaghfirullah..jazakillah ukht atas peringatan..ana cuba luangkan, insya Allah..


alhamdulillah, saya masih dberi kesempatan untuk terus mengupdate blog yang dah bersawang-sawang dah ni..tak tahulah dah macm ghupe ape..hehe..buat yang mengikuti entry-entry di blog ni, saya mohon kemaafan dri kalian, kerana kesibukan saya dengan urusan dunia melupakan saya pada medan penulisan yang juga merupakan sebahagian dri medium dakwah saya.asif jiddan..tapi saya tertanya-tanya juga, ada rupanya insan-insan yang membaca entry-entry di blog saya walaupun saya rasa entry2 trsebut tidaklah terlalu menambahkan iman..hehehe..jazakumullahukhairankathiraa..


bila sembang pasal bizi, saya nak ketengahkan sikit isu asaimen kot..sebab bru2 ni saya dan rakan-rakan kuliah memang disibukkan dengan asaimen yang bertimbun banyaknya dan ia membuatkan kami makan tergopoh gapah, mandi teringat-ingat, tidur tak tentu masa dan seangkatan dengannya..saya memang jenis xbleh tidur lewat2 sangat atas pada jam1pagi 2,kire da lewat sangat dah 2, so kalau keje xsiap pun, saya still akan tidur dan sambung buat bile bangun besok pagi..tapi tidak bagi segolongan yang laen.mereka sanggup berjaga malam sehingga pagi dan tak tentu juga asaimen mereka siap hinggakan ada yang tangguh hingga ke tengahari dan petang...isy3 obsesnya mereka dengan asaimen..(sambil menggeleng-geleng kepala)^^
tapi itu semua sebenanya bergantung pada individu 2 jgak.alhamdulillah walaupun saya tidaklah sampai berjaga sehingga pagi seperti yang disebutkan di atas, saya juga dapat siapkan asaimen seperti mereka2 juga..^^


mungkin saya nak ceritakan juga tentang keberkatan masa.berkait dengan situasi yang diceritakan di atas, saya sangat merasakan bahawa ia sangat berkait rapat dengan keberkatan masa.Keberkatan masa yang saya nyatakan dalam konteks ini ialah masa yang kita gunakan menjadi cukup dan kerja kita juga dapat disiapkan dengan baik tanpa perlu menyusahkan rakan yang ditugaskan menghantar asaimen kepada lecturer berkaitan untuk menunggu kita menyiapkan asaimen dan akhirnya asaimen semua orang dihantar lambat gara-gara segelintir manusia yang gagal menghantar asaimen tepat pada waktunya(berbelitnya ayat==")



bagaimana nak dapat keberkatan masa??
siapa yang ciptakan bumi? ALLAH
siapa yang ciptakan kita? ALLAH
siapa yang uruskan urusan kita? ALLAH
siapa yang bagi kita kesempatan? ALLAH
siapa yang bagi kita keberkatan? pastinya jawapannya ialah ALLAH



maka tiada yang lain, sebenarnya urusan kita dengan Allah haruslah diobseskan seobses mungkin supaya Allah mempermudahkan segala urusan kita kerana kita semua tahu bahawa kita buat segalanya kerana Allah.Kita study sebab Allah yang suruh,bukan sebab kita nak capai 1st class. Semua orang idamkan 1st class, tapi 1st class untuk siapa? kalau kita idamkan 1st class untuk dapat kerja yang baik dan gaji yang besar, bila dah dapat keja yang baik n gaji yang besar, kita nak apa lagi?kereta besar,rumah besar,bini besar..opsss..haa pastu cari duit banyak2 lagi untuk besarkan rumah lagi dan besarkan kereta lagi..xhabes2 banyakkan duit untuk urusan dunia kita..bagaimana pula dengan urusan akhirat kita?bila kita dah dijemput nanti, nak bawak sekali duit masuk liang lahad ke?kalau dapat masuk sekali, bergunalah jugak duit yang dicari tyme kat dunia 2..tapi xboleh kan??kita hanya berbekalkan amalan kita je kat dunia..



sebab 2 kita kena settlekan niat kita.buat apa sahaja kerana Allah yang suruh..jangan terlalu banyak mempersoalkan.nak jadi macam kaum Bani Israelkah?asek banyak tanya je,buatnya tidak..akirnya memakan diri sendiri..kan rugi 2..bak kata Umar Tilmisani mursyid IM yang ke3 die cakap, "buat yang banyak mempersoalkan, jangan terlalu banyak mempertikaikan.apa kata anda lihat, anda lalui dan anda rasai sendiri.baru anda akan mengerti"^^



rasanya cukup banyak sudah saya berceloteh di sini.harapnya entry kali ni menambahkan iman kalian dan sebenarnya entry-entry yang saya tulis di sini peringatan yang sangat besar buat diri saya khususnya kerana orang yang banyak berkata-kata(menulis) pasti akan diuji nanti dengan apa yang dia perkatakan/tuliskan.(dalam hati,"bersedialah,,kamu akan diuji nanti!)tapi apa nak buat, ujian tu lumrah kehidupan,warna-warni sebuah perjuangan,penguat iman dan ia sebenarnya teman di perjalanan..~akhir kalam, ilalliqa' ma'assalamah..ana ukhtukum fillah^_^

Wednesday, March 9, 2011

Cinta 100%

CINTA 100%.

Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk ayah ibumu?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu pada suamimu?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk anak-anakmu?
Pasti jawapanku 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu untuk saudara seakidahmu?
Pasti jawapanku, 100%.

Andai mereka bertanya, lalu berapa pula peratus cintamu untuk dirimu sendiri?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai mereka keliru lantas tertanya-tanya, masakan begitu?
Bukankah setelah dibahagi, cinta itu pasti berkurang peratusannya?
Pasti jawapanku, beserta senyum malu-malu,
Ada satu di dunia ini, walau dibahagi seberapa banyakpun, ia tetapkan sama..
Tidak berkurang walau sedikitpun,
Itulah CINTA…

Anugerah paling berharga dari Yang Maha Esa.

KISAH SEKEPING HATI

Suatu ketika, seorang pemuda yang tampan berdiri di tengah-tengah kota dan mendakwa bahawa dia memiliki sekeping hati yang paling cantik. Lalu diangkat hatinya setinggi yang boleh agar kilauan dari hati yang indah itu dapat dilihat oleh orang lain di sekitarnya.

Tersebar bicara kekaguman orang ramai. Sememangnya hati pemuda itu, tiada cacat celanya. Tidak carik walau sedikitpun. Permukaannya licin sempurna. Warnanya juga segar dan menyerlah pesona seorang anak muda.

Pemuda tampan itu mulai merasa bangga dengan pujian yang diterima. Sorakannya semakin kuat mewar-warkan betapa indah sekeping hati yang dimilikinya.

Tiba-tiba, di tengah-tengah keriuhan itu, muncul seorang tua. Langkahnya perlahan menuju ke arah pemuda tampan. Lagaknya, seolah dia mahu membicarakan sesuatu.

“Wahai anak muda, mengapa kulihat hatimu hampir tidak seindah hatiku?” Orang tua tersebut bertanya dalam nada suara yang agak lemah tetapi penuh keyakinan. Orang ramai dan si pemuda mulai berkeliling mengerumuni orang tua.

Mereka mendengar degup yang kuat tercetus dari hatinya, tetapi hati itu dipenuhi luka. Di satu sisi, kelihatan permukaannya bertampal-tampal. Ada potongan hati yang diambil dan potongan yang lain dimasukkan ke dalamnya, tetapi ia kelihatan tidak berpadanan. Pada satu sudut yang lain, terdapat pula beberapa tanda patah. Bahkan, di beberapa tempat, terdapat lubang yang dalam, di mana seluruh bahagian permukaannya telah hilang.

Melihat itu, orang ramai saling berpandangan.

TERTANYA-TANYA

"Bagaimana orang tua ini boleh mengatakan bahawa hatinya lebih indah?" fikir mereka.
Sementara itu, pemuda tampan tertawa.

"Tentu engkau bergurau, wahai orang tua," katanya.

"Kalau dibandingkan hatimu dengan hatiku, apa yang aku ada ini adalah sangat sempurna, sedangkan kepunyaanmu begitu berantakan dengan bekas-bekas luka dan air mata," lanjutnya lagi.

"Ya, memang benar" tukas si tua penuh kesabaran.

"Kepunyaanmu adalah sempurna, namun aku tidak sesekali akan menukarnya dengan hatimu. Andai saja kau lihat wahai anak muda, setiap bekas luka di hatiku ini mewakili setiap seorang yang telah aku berikan cintaku buat mereka. Aku merobek sepotong hatiku dan memberikannya kepada mereka, dan setiap kali itu juga mereka memberiku sepotong dari hati mereka untuk mengisi tempat kosong di hatiku ini, tetapi kerana potongan-potongan itu tidak tepat, lalu menyebabkan ketidaksempurnaannya, bahkan ia kelihatan kasar dan tidak rata.

Namun, aku tetap menghargainya, kerana pemberian mereka mengingatkanku pada cinta yang terbina bersama antara kami. " Panjang lebar bicara orang tua. Si pemuda tampan terpaku mendengar patah katanya.

"Kadang-kadang aku telah memberikan potongan hatiku, tetapi orang yang kuberikan potongan hatiku itu, tidak memberikan kembali sepotong hatinya kepadaku. Inilah yang mengakibatkan wujudnya lubang-lubang ini. Kau tahu wahai anak muda, sesungguhnya memberikan cinta adalah bermakna memberikan peluang dan kesempatan. Walaupun bekas robekan itu menyakitkan, ia akan tetap terbuka lantas mengingatkanku tentang cinta yang masih aku miliki untuk mereka. Dan aku berharap suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lompong-lompong kosong yang sekian lama kutunggu-tunggu agar ia diisi.

Nah, sekarang fahamkah engkau tentang kecantikan sejati? " Si tua mengakhiri kata-katanya.

Pemuda tampan itu terus terdiam. Dia menundukkan kepala dengan air mata mengalir di pipinya. Dia menghampiri orang tua, mengambil hatinya yang sempurna, muda dan cantik itu dan merobek keluar satu potongan darinya. Dia menawarkan potongan tersebut kepada orang tua dengan tangan gementar.

Si tua itu menerima pemberian tersebut lalu meletakkannya pada hatinya dan kemudian mengambil pula sepotong dari bekas luka lama di hatinya dan menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu.

Sungguhpun ia sesuai, tetapi ia tidak sempurna, kerana ada beberapa tanda patahan.
Orang muda itu menatap hatinya yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, lantaran cinta dari hati orang tua itu kini mengalir kepada hatinya. Mereka bergandingan dan berjalan bersama meninggalkan orang ramai terus terpaku dengan peristiwa menginsafkan itu.

HATI YANG PALING INDAH

Saya menangis. Seakan terpancar kefahaman di dalam diri ini bagaimana anjuran ‘mencintai’ yang dimaksudkan oleh junjungan mulia, Muhammad SAW menerusi sabdanya yang bermaksud :

“Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ia bermaksud, memberi sepenuh hati. 100%. Yang terbaik!

Sebagaimana kita menginginkan yang terbaik buat diri sendiri, begitulah juga sewajarnya yang kita lakukan/berikan kepada orang di sekitar.

Tetapi, dengan satu ingatan. Jangan pula mengharap balasan yang sama, 100% , terhadap apa yang telah diberikan itu, kerana bila pemberian mengharap balasan, maka dibimbangi tiada lagi keikhlasan padanya.

Justeru itu, tidak hairan mengapa Rasulullah SAW diiktiraf oleh ALLAH SWT sebagai semulia-mulia insan. Setelah sekian banyak hinaan, cacian dan penderitaan yang dialami, baginda tetap tampil menyebar salam beserta senyuman.

Tujahan batu-batu, diganti dengan kalungan doa, lemparan najis, diganti dengan untaian budi.

Firman ALLAH SWT :

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Maksudnya : “Dan sesungguhnya engkau ( wahai Muhammad ) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” ( Surah al Qalam ayat 4 )

Justeru itu, mari bersama kita usahakan, walau kasih tidak dihargai, kita tetap memberi. Walau khidmat tidak dipeduli, kita terus mencurah bakti.

Ingatlah, andai satu ketika kita tidak mengenal erti kehancuran, kita tidak akan pernah tahu apa yang membuatkan kita utuh dan teguh untuk hari-hari seterusnya.

ALLAH mahu mendidik kita, DIA ingin mengingatkan kita bahawa tiada cinta yang sempurna selain cinta-NYA, yang hanya dapat dirasakan oleh pemilik hati-hati yang mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa.

Hati yang sering dilukai lalu sembuh setelah dirawat dengan zikir kepada ilahi, adalah hati yang indah, bercahaya dengan kasih dan sayang dari Yang Maha Esa. Walaupun luka masih ada, namun sifat sabar, reda dan bersedia memaafkan menjadi ‘antiseptik’ yang menahan luka itu dari dijangkiti kuman dendam yang membawa derita berpanjangan.

Akhirnya, bersyukurlah andai memiliki hati yang sering dilukai, kerana dengannya kita belajar menjadi seorang yang lebih mengerti, memahami dan menghargai.


Terus memuhasabah diri ini……

Mencari dan terus mencari cinta ILAHI.

Jumpa lagi, InsyaALLAH.

Tuesday, February 8, 2011

Untukmu~





Hijrah ini memang susah
Hijrah ini memang payah
Hijrah ini menuju Allah
Hijrah ini untuk mardhatillah



Saya selesai membelek beberapa buah blogger komik dan alhamdulillah,lukisan2 mereka sgt mmberikan inspirasi dan ada mesej islami yang ingin disampaikan..lukisan2nya pun boleh tahan..laku kalau buat jual 2..huhu..apa2pon,semuanya kerana Allah.Banyak wasilah2 yang digunakan untuk berdakwah hatta melukis komik sekalipun tetap akan memberi manfaat sekiranya ada mesej dakwah di dalamnya..tahniah buat mereka..dan saya suka dengan komik nh..tajuknya untukmu~nak upload dalam blog,xblehla plak..tapi actually ceritanya dikarang oleh seorang penulis blog dan dikomikkan oleh seorang blogger lain..bes dan watak2nya brjaya dilakarkan dengan baik..kalau tgok jalan ceritanya,kisah trsebut seringkali dialami oleh remaja terutama mereka yang berada dalam jalan dakwah,,sama ada kecundang atau tidak,semuanya terletak atas kita..


Kalau tgok kartun kat ats pon tau kan,kisahnye mesti pasal kapeling..hmm bnyak pengalaman2 org yang sy kutip disamping pengalaman sendiri yang buatkan sy untuk lebih matang dalam menilai sebuah kehidupan..kalau nk diikutkan,sy memg xpernah trlibat dengan kapeling tapi,pernah terlibat dengan lelaki..yaa mula2 memangla kwan tapi bila dah lama,lain pulak jadinya..alhamdulillah,sy panjatkan kesyukuran ke hadrat Illahi kerana saya tidak terlanjur berkapel..hanya sekadar berkawan yang akhirnya putus di tengah jalan.sy tidak kecewa dengan keputusan saya malah saya bersyukur kerana Dia lebih menyayangi saya..alhamdulillah..


Dalam perjalanan yang masih jauh ini
Saya titipkan sebuah warkah buat teman
Saya bukanlah sasterawn seperti Usman Awang
Bukan juga seperti novelis Damya Hanna
Tapi saya hnya seoang sahabat
Yang ingin berkongsi rasa
Dengan teman-teman
Tentang hebatnya kuasa Tuhan
Mengubah bunga menjadi lalang
Mengubah madu mnjadi racun
Hingga keenakannya dilihat jijik
Malah kotor lagi keji..


Saya rasa seronok bila disayang
Saya tahu naluri semuanya begitu
Tapi sejauh mana sayang mmpu kekal bersama
Sejauh mana rindu mmpu melagu jiwa
Sejauh mana cinta mmpu membakar bara
Dan ingatlah,apakah masih dalam redha Dia??


Sayang itu tidak ada ertinya
Andai sayang mmbawa ke neraka
Rindu itu permainan dusta
Bila nafsu yang diutama
Cinta itu hanya memunahkan jiwa
Bila tenggelam bersama dunia..


Muhammad lebih sayang padamu
Mengapa dia lebih kau utama?
Allah lebih cinta padamu
mengapa biar Dia murka?
Andai kau lebih selesa memilih dia
Maka tunggulah azab siksa
Saat itu,Allah dan rasul tidak sudi memandang lagi..


Bersabarlah menanti saat lafaz sakinah bermula
Saat Dia mmperstukan engkau dengannya
Saat yang haram bisa berubah halal
Kau pasti lebih bahagia
Kerana padanya ada rahmah dari Dia
Dan barakah dri pencipta
Moga istana tercipta bahagia
Dalam redha dan kasihNya~





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...